Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper

News Saleb-,Newspapers are usually issued daily or weekly. Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper, Magazine News weekly, but they also had a magazine format. Newspapers with common interests usually publish news articles and articles about national and international news as well as local news. These include news events and personalities of the political, business and finance, crime, weather, and natural hazards; health and medicine, science, and computers and technology; Sports; and entertainment, community, food and cuisine, apparel and home fashion, and the arts.

A wide range of materials have been published in newspapers. In addition to news,Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper ,information and opinions expressed above, including weather forecasts; Criticism and reviews Arts (including literature, film, television, theater, art, and architecture) and local services such as a restaurant; obituaries, notices of birth and graduation announcements; Entertainment features such as crossword puzzles, horoscopes, editorial cartoons, jokes, cartoons and comics; Advice column, food, and other columns; and a list of radio and television (program schedule). In the year 2017, newspapers can also provide information about new movies and TV shows available on streaming video services such as Netflix. The newspaper has been classified ad section in which people and businesses can buy a small ad to sell goods or services; In the year 2013, a large increase in internet sites to sell goods, such as Craigslist and eBay have caused ad sales are much less classified for newspapers.Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper Since 1983, it has been known mainly because of its annual report and rankings that influence in college and grad school, lies in most fields and subjects. U.s. News World Report is and academic institution is the oldest and most famous in America, [5] and covering the areas of business, law, medicine, engineering, social sciences, education and public affairs, in addition to many other areas. Print Edition] has consistently included in the list of national bestsellers, coupled with online subscriptions. Additional rankings published by U.s. News World Report and includes hospitals,Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper, medical and specialty cars.
Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper-News of the United States was founded in 1933 by David Lawrence (1888-1973), which also started the World Report in 1946. The two magazines are covering national and international news separately, but Lawrence combines them into news reports of U.S. in World and 1948 [1] and Later sold the magazine to its employees. Historically, this magazine tends to be a bit more conservative than the two main competitors, Time and Newsweek, and focus more on the story of economic, health, and education. It's also distancing news, entertainment and sports celebrities. [2] an important milestone in the history of the beginning of the magazine is including the introduction of the "Washington Whispers" column in 1934 and the column "News You Can Use" in 1952. [3] [4] in 1958, the circulation of the weekly magazine passed one million and two million in 1973. (wikipedia) Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper

21 Februari 2019


Pembuatan pesawat N219 Nurtanio (photo : PTDI)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Dirgantara Indonesia (PT DI) tengah mengkaji alternatif pendanaan eksternal yang mengedepankan ekuitas. Berdasarkan rencana tersebut, produsen pesawat milik negara ini sedang meninjau peluang penerbitkan surat berharga perpetual (perpetual bond) ataupun menggalang dana dari kontrak investasi kolektif-dana investasi real estate (KIK-DIRE).

Direktur Utama Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro mengatakan tengah mengkaji dan berdiskusi mengenai pendanaan alternatif dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), karena perseroan tengah membutuhkan dana sebesar US$ 119 juta untuk mendukung ekspansi fasilitas produksi pesawat terbang N219.

"KIK-DIRE maupun perpetual bond merupakan beberapa instrumen atau sumber dana yang sedang dijajaki perusahaan. Namun demikian, perseroan belum menentukan pilihan," ujar Elfien di Jakarta, Selasa (12/2).

PT DI masih akan mendiskusikan rencana pendanaan eksternal terkait ekuitas dengan pihak Bappenas lebih lanjut dalam waktu dekat. "Dua minggu lagi, kami akan kembali berdiskusi," ungkap dia.

Pendanaan eksternal ini diharapkan dapat segera difinalisasi karena perseroan memang perlu untuk memingkatkan kapasitas produksi pesawat terbang N219 yang tingkat permintaannya tengah meningkat.

"Permintaan tengah naik, misalnya itu dari Singapura, Uni Emirat Arab, Afrika, Amerika Latin," papar Elfien.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) Bappenas Ekoputro Adijayanto mengatakan pihaknya turut mendorong penerbitan instrumen investasi alternatif untuk mendorong proyek badan usaha milik negara (BUMN) atau swasta. Karena itu pihaknya juga berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hal tersebut.


Pembuatan pesawat N219 Nurtanio (photo : zayiflamahatti)

Salah satu BUMN yang berniat mendanai ekspansi melalui instrumen alternatif investasi, yakni DIRE adalah Dirgantara Indonesia.

“Dirgantara Indonesia berniat mencari pendanaan dari DIRE, yang aset dasarnya merupakan kepemilikan atas pabrik,” jelas dia.

Lebih lanjut dia memaparkan proyek perluasan pabrik yang direncanakan Dirgantara Indonesia termasuk salah satu proyek yang ada di pipeline PINA per Januari 2019. Sejalan dengan hal itu, menurut dia, sejauh ini Dirgantara Indonesia bersama tim PINA masih mengkaji potensi dana yang dapat diraih melalui DIRE.

Kajian tersebut juga terkait dengan aset dasar yang akan digunakan.

”Pastinya kami ingin menegaskan, instrumen DIRE tidak hanya terbatas untuk aset berupa perumahan. Sebaliknya, di luar negeri, setiap aset berada di atas lahan dapat dijadikan aset dasar dari DIRE,” ungkap Ekoputro.

Rencana penggalangan dana melalui instrumen DIRE, papar dia, merupakan bagian strategi dari Dirgantara Indonesia untuk mendanai ekspansi pabrik. Perusahaan pelat merah tersebut ingin meningkatkan kapasitas produksi, terutama untuk pesawat terbang N219.

“Permintaan pesawat terbang N219 cukup tinggi, tapi kapasitas belum memadai sehingga Dirgantara Indonesia perlu ekspansi. Nah, mengenai hal itu, pemerintah juga berinisiatif untuk mendorong peningkatan kapasitasnya,” tegas dia.

Meski target dana melalui DIRE belum ditetapkan, tetapi menilik data pipeline PINA per Januari 2019, kebutuhan investasi Dirgantara Indonesia mencapai Rp 5,9 triliun. Dana tersebut dibutuhkan untuk pengembangan pesawat terbang N219.

(Berita Satu)

from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/2TV1goS
Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper

Title :Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper
Source :Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper

News Info:


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Breaking News: PTDI Butuh $119 Juta Untuk Tingkatkan Produksi Pesawat N219in - News Paper

0 komentar:

Post a Comment