Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper

News Saleb-,Newspapers are usually issued daily or weekly. Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper, Magazine News weekly, but they also had a magazine format. Newspapers with common interests usually publish news articles and articles about national and international news as well as local news. These include news events and personalities of the political, business and finance, crime, weather, and natural hazards; health and medicine, science, and computers and technology; Sports; and entertainment, community, food and cuisine, apparel and home fashion, and the arts.

A wide range of materials have been published in newspapers. In addition to news,Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper ,information and opinions expressed above, including weather forecasts; Criticism and reviews Arts (including literature, film, television, theater, art, and architecture) and local services such as a restaurant; obituaries, notices of birth and graduation announcements; Entertainment features such as crossword puzzles, horoscopes, editorial cartoons, jokes, cartoons and comics; Advice column, food, and other columns; and a list of radio and television (program schedule). In the year 2017, newspapers can also provide information about new movies and TV shows available on streaming video services such as Netflix. The newspaper has been classified ad section in which people and businesses can buy a small ad to sell goods or services; In the year 2013, a large increase in internet sites to sell goods, such as Craigslist and eBay have caused ad sales are much less classified for newspapers.Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper Since 1983, it has been known mainly because of its annual report and rankings that influence in college and grad school, lies in most fields and subjects. U.s. News World Report is and academic institution is the oldest and most famous in America, [5] and covering the areas of business, law, medicine, engineering, social sciences, education and public affairs, in addition to many other areas. Print Edition] has consistently included in the list of national bestsellers, coupled with online subscriptions. Additional rankings published by U.s. News World Report and includes hospitals,Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper, medical and specialty cars.
Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper-News of the United States was founded in 1933 by David Lawrence (1888-1973), which also started the World Report in 1946. The two magazines are covering national and international news separately, but Lawrence combines them into news reports of U.S. in World and 1948 [1] and Later sold the magazine to its employees. Historically, this magazine tends to be a bit more conservative than the two main competitors, Time and Newsweek, and focus more on the story of economic, health, and education. It's also distancing news, entertainment and sports celebrities. [2] an important milestone in the history of the beginning of the magazine is including the introduction of the "Washington Whispers" column in 1934 and the column "News You Can Use" in 1952. [3] [4] in 1958, the circulation of the weekly magazine passed one million and two million in 1973. (wikipedia) Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper

02 Februari 2019


Pesawat Sukhoi TNI AU (photo : Merdeka)

Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabes TNI AU) menggelar Rapat Pimpinan TNI AU, di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur.

Kepada media, usai Rapim, Jumat sore (1/2/2019), Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna mengatakan, Rapim TNI AU ini sebagai kelanjutan dari Rapat Pimpinan Kemhan yang dilaksanakan beberapa pekan yang lalu, kemudian dilanjutkan Rapim TNI-Polri, dan diterjemahkan dalam Rapat Pimpinan TNI AU.

Kasau mengatakan Rapim ini dihadiri oleh seluruh Panglima Kosek, Pangkohanudnas, Komandan Komando Utama (Kotama) maupun Komandan Satuan dari mulai Komandan Lanud, Komandan Skuadron, dan Komandan Wing hingga tingkat satuan bawah dihadirkan.

“Dengan harapan semua bisa memahami dan bisa mengevaluasi kegiatan tahun 2018 dan memahami betul apa yang akan dilaksanakan pada 2019. Fokus 2019, jelas akan kita tuntaskan permasalahan-permasalahan yang sempat tertinggal pada 2018 dan melaksanakan program kerja rutin di tahun 2019,” terang Kasau.

“Khusus di bidang pengadaan, kita mengacu pada pembangunan MEF yang mana (alutsista) TNI AU baru tercapai 44 persen dari 100 persen pada tahun 2024. Yang seharusnya di akhir 2019 nanti, MEF kita akan tercapai 66-67 persen. Kenapa demikian? Karena pengadaan ada beberapa yang masih berjalan, masih proses di Kemhan. Namun demikian, saya optimistis komitmen saya untuk mempercepat pengadaan alutsista ini. Kita tahu pengadaan alutsista tidak bisa sekarang proses, sekarang kontrak dan sekarang datang. Tidak seperrti itu. Khususnya pesawat, rudal, butuh waktu 2-3 tahun,” bebernya.

Menurutnya, alutsista TNI AU yang ditandatangani pada tahun ini, baru bisa datang sekitar tahun 2021-2022. Jadi, kata Kasau, pada akhirnya TNI AU optimistis pada tahun 2024 alutsista TNI AU sesuai MEF ini akan tercapai.

“Hanya (alutsista) ini tertunda saja, karena prosesnya yang terlambat. Komitmen saya dari awal untuk mempercepat semua ini, bahwa proses pengadaan di TNI AU sudah selesai. Sekarang kita serahkan kepada Kemhan dan prosesnya sekarang berada di Kemhan. Kami sekarang hanya bisa berkoordinasi agar mempercepat proses pengadaan itu,” jelas Kasau.

Tugas-tugas TNI AU

“Hal yang menjadi tugas kami, membangun satuan-satuan baru sebagai tindak lanjut pembangunan Koopsau III sedang berjalan semuanya. Contohnya, di wilayah timur kita membangun Skuadron-33 Hercules di Makassar. Insya Allah akan kita resmikan di triwulan kedua 2019 ini. Demikian juga Skuadron 27 di Biak, kita akan segera resmikan. Lanud di Timur akan kita resmikan, seperti di Wamena, Saumlaki. Koopsau III juga sedang berjalan, Mako sudah selesai dan infrastruktur lainnya pada akhir tahun ini bisa selesai,” tambahnya.

Ia mengatakan, dii bidang kemampuan, TNI AU terus menigkatkan kemampuannya. Kasau menekankan, dengan tuntutan tugas di tahun ini, kesiapan pesawat untuk antisipasi bencana haruslah diutamakan.


Rencana kedatangan alutsitsa 2019 (photo : military buzz)

“Sudah saya perintahkan ke bagian pemeliharaan minimal kesiapan Hercules setiap saat minimal 12 unit. Kita tidak tahu bencana (terjadi) kapan, tapi yang jelas, kita harus siap. Belajar dari tahun yang lalu, kesiapan hercules sangat dibutuhkan. Pesawat CN paling tidak, siap lima unit, CN295 dan CN235, wing empat. Pasukan seperti Paskhas juga harus siap, kemudian lanud-lanud harus siap mendukung bantuan kemanusiaan bila terjadi bencana,” ujarnya.

Di bidang operasi untuk perang, Kasau melanjutkan, fokus tahun ini TNI AU ingin meningkatkan operasi malam hari. Dimana operasi siang hari sudah dilakukan, namun untuk operasi malam hari ditekankan bisa melakukan intersepsi malam, kemudian penyerangan baik bom, roket, dilakukan di malam hari.

“Saya akan latihkan di tahun ini, sehingga di akhir tahun 2019 atau di akhir Renstra ketiga ini diharapkan kemampuan TNI AU sudah utuh, baik di siang hari, maupun malam hari, bantuan kemanusiaan kita sudah siap. Harapan saya seperti itu. Insya Allah kita bisa wujudkan,” ucap Kasau.

Su-35 dan pesawat Amfibi

Soal pesawat Sukhoi Su-35 yang akan dibeli dari Russia, Kasau memastikan bahwa kedatangan burung besi dari beruang merah itu tidak datang tahun 2019 ini.

“Jadi, (soal) Su-35, saat saya dilantik menjadi Kasau saya terus push ke Kemhan seperti yang disampaikan kepada Menhan, sudah ditandatangani. Saat ini prosesnya di Kemhan. Proses di TNI AU sudah selesai. Memang yang saya tahu tiap tahun datang secara bertahap, satu tahun setelah efektif kontrak,” ujarnya.

Kasau mengungkapkan, pembangunan MEF 44 persen belum termasuk Sukhoi. Hitungan 44 persen MEF itu adalah tentang alutsista yang sudah datang. Menurutnya, pesawat Sukhoi, pesawat Amphibius sebanyak enam pesawat yang bisa mendarat di laut, sungai dan danau. Kepentingan utamanya pesawat itu selain untuk kepentingan operasi militer seperti pengintaian, SAR, juga untuk pemadam kebakaran bila terjadi karhutla yang selalu terjadi.

“Mudah-mudaham pada tahun depan sudah ada secara bertahap. Kemudian, heli Caracal sebanyak delapan unit tambah 3 unit lagi, jadi sebelas unit, itu sudah ditandatangani kontraknya itu dengan PTDI, Cassa sembilan pesawat, dan radar sebanyak enam unit dan persenjataan dan radar T-50 yang belum lengkap,” tuturnya.

Dengan kekuatan MEF 44 persen itu, sementara kondisi geopolitik dan geostrategis Asia Pasifik apakah akan menyulitkan operasi TNI AU? Menurutnya, hal itulah yang harus kita pandai-pandai mengaturnya. Sekarang ini pesawat yang ada, pesawat F-16 yang sedang di upgrade agar betul-betul diefektifkan dalam menghadapi situasi yang berkembang, demikian juga Sukhoi, T-50 dipasang radar agar bisa melakukan counter.

“Anggarannya sudah ada, tinggal prosesnya saja. Kalau kita bisa percepat, maka akan percepat establih-nya TNI AU,” demikian dikatakan Kasau.

(TangOL)

from DEFENSE STUDIES http://bit.ly/2G6K5O1
Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper

Title :Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper
Source :Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper

News Info:


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Breaking News: KASAU Sampaikan Alutsista TNI AU Capai 44 Persen, Modernisasi Terus Dilakukan - News Paper

0 komentar:

Post a Comment