Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper

News Saleb-,Newspapers are usually issued daily or weekly. Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper, Magazine News weekly, but they also had a magazine format. Newspapers with common interests usually publish news articles and articles about national and international news as well as local news. These include news events and personalities of the political, business and finance, crime, weather, and natural hazards; health and medicine, science, and computers and technology; Sports; and entertainment, community, food and cuisine, apparel and home fashion, and the arts.

A wide range of materials have been published in newspapers. In addition to news,Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper ,information and opinions expressed above, including weather forecasts; Criticism and reviews Arts (including literature, film, television, theater, art, and architecture) and local services such as a restaurant; obituaries, notices of birth and graduation announcements; Entertainment features such as crossword puzzles, horoscopes, editorial cartoons, jokes, cartoons and comics; Advice column, food, and other columns; and a list of radio and television (program schedule). In the year 2017, newspapers can also provide information about new movies and TV shows available on streaming video services such as Netflix. The newspaper has been classified ad section in which people and businesses can buy a small ad to sell goods or services; In the year 2013, a large increase in internet sites to sell goods, such as Craigslist and eBay have caused ad sales are much less classified for newspapers.Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper Since 1983, it has been known mainly because of its annual report and rankings that influence in college and grad school, lies in most fields and subjects. U.s. News World Report is and academic institution is the oldest and most famous in America, [5] and covering the areas of business, law, medicine, engineering, social sciences, education and public affairs, in addition to many other areas. Print Edition] has consistently included in the list of national bestsellers, coupled with online subscriptions. Additional rankings published by U.s. News World Report and includes hospitals,Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper, medical and specialty cars.
Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper-News of the United States was founded in 1933 by David Lawrence (1888-1973), which also started the World Report in 1946. The two magazines are covering national and international news separately, but Lawrence combines them into news reports of U.S. in World and 1948 [1] and Later sold the magazine to its employees. Historically, this magazine tends to be a bit more conservative than the two main competitors, Time and Newsweek, and focus more on the story of economic, health, and education. It's also distancing news, entertainment and sports celebrities. [2] an important milestone in the history of the beginning of the magazine is including the introduction of the "Washington Whispers" column in 1934 and the column "News You Can Use" in 1952. [3] [4] in 1958, the circulation of the weekly magazine passed one million and two million in 1973. (wikipedia) Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper

04 Agustus 2018


Pesawat tempur Su-35 (photo : Adalatbiz)

Merdeka.com - Indonesia sudah sepakati membeli 11 unit jet tempur Su-35 dari Rusia. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya untuk menyelesaikan proyek Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX).

Karenanya, Menko Polhukam Wiranto, menuturkan, pihaknya akan membentuk tim kajian, agar dua alutsista ini bisa tuntas dan dihadirkan di Indonesia.

"Saya tadi bentuk tim kecil untuk secara detail, secara teknis bisa melakukan kajian-kajian, sehingga menghasilkan suatu perencanaan yang sistematis, terutama kita kaitkan keadaan negeri ini," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Jumat (3/8/2018).

Dia menegaskan, tim kajian ini, akan melihat masalah anggaran dan waktunya. Serta apa saja yang didapatkan setelah menghadirkan dua alutsista itu.

"Apakah yang menyangkut soal waktunya, menyangkut masalah anggarannya, termasuk yang mengatur masalah tipe-tipe dan kelengkapan yang nanti akan kita dapatkan. Juga adanya keinginan kita untuk bisa memasarkan Sukhoi Su-35 dan juga bagaimana alih teknologinya," tegas Wiranto.

Dia menuturkan, tak mudah menangani pembelian alutsista ini. Menurutnya tidak bisa disamakan dengan membeli barang lain.

"Banyak sekali hal-hal sampingan yang perlu kita tinjau lebih detail. Juga bagaimana kita mendapatkan keuntungan dari proses-proses pembelian," ungkap Wiranto.

Wiranto tak menampik bisa saja opsi pengadaan Alutsista ini ditunda atau dibatalkan. Mengingat masalah yang dihadapi, khususnya untuk KFX/IFX. Namun, dirinya tak menyebut itu opsi yang akan dipilihnya.

Diketahui, terakhir proyek KFX/IFX sempat tertunda lantaran, teknologi yang berasal dari Amerika Serikat yang digunakan Korsel untuk mengembangkan pesawat itu, belum memperoleh lisensinya.

Adapun komponen yang dipegang lisensinya oleh AS untuk pesawat tempur siluman itu antara lain, electronically scanned array (AESA) radar, infrared search and track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP), dan Radio Frequency jammer.

"Jangan mendahului sesuatu yang belum pasti. Saya nanti akan rapatkan lagi. Ini kita secara teknis sedang membahas soal itu. Banyak kemungkinan, karena ini masalah hubungan kedua negara. Kita tidak hanya fokus masalah pembelian-pembeliannya, tapi juga menyangkut bagaimana perkembangan global yang juga tidak bisa kita abaikan," jelas Wiranto.

Memang tak bisa dipungkiri, proyek KFX/IFX, peran AS juga secara tidak langsung ada di sana. Terlebih hubungan ini bisa dibilang memanas, usai Indonesia memastikan membeli Sukhoi.

Hal ini lantaran Presiden Donald John Trump meneken undang-undang pada bulan Agustus lalu. Di mana setiap negara yang terlibat perdagangan dengan sektor pertahanan dan intelijen Rusia akan menghadapi sanksi Amerika Serikat.

"Sanksi itu masih bersifat general. Makanya kita tunggu," pungkasnya. (Merdeka)

Pesawat tempur KF-X/IF-X (image : KAI)

Wiranto Tunggu Embargo Sanksi AS untuk Beli Jet Sukhoi Rusia

Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan pemerintah belum bisa memastikan untuk membeli 11 alat utama sistem pertahanan (Alutsista) berupa pesawat tempur jenis Sukhoi SU 35 dari Rusia. 

Ia mengatakan pemerintah masih menunggu pihak Amerika Serikat untuk membebaskan ancaman berupa sanksi terhadap negara-negara yang ingin membeli Alutsista dari negara Rusia. 

"Makanya kita menunggu, sanksi itu masih bersifat general, juga ada pernyataan bahwa sangat besar kemungkinan [bisa dibebaskan]," ujar Wiranto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (3/8). 

Pada Agustus 2017, Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan kebijakan Countering America's Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). 

Kebijakan itu bertujuan untuk memberikan sanksi kepada negara-negara yang membeli alutsista dari Rusia. 

Meski demikian, Wiranto yakin Pemerintah AS akan memberikan keringanan bahkan pmbebasan sanksi kepada Indonesia meski tetap ngotot membeli Sukhoi dari Rusia. 

Keyakinan itu didasari atas pernyataan Menteri Pertahanan AS James Norman Mattis pada Juli lalu telah bersikap untuk meminta Kongres AS memberikan keringanan atas sanksi yang diberikan kepada tiga negara yakni Indonesia, India dan Vietnam. 

"Makanya kita tunggu dulu, karena ada tiga negara yang bisa dilepaskan dari sanksi itu, antara lain Indonesia, India dan Vietnam, Kalau nekat (membeli) tapi ada sanksi bagaimana? Dipikirkan enggak akibatnya?" ujar Wiranto. 

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berencana akan membeli 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dari Rusia untuk menggantikan jet tempur F5 dengan total nilai US$1,14 miliar pada pertengahan tahun lalu. 

Pembelian dengan skema imbal beli dengan Rusia itu, lengkap dengan hanggar dan persenjataannya. 

Imbal beli 11 Sukhoi itu terealisasi setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BUMN Rusia, Rostec, dengan BUMN Indonesia PT Perusahaan Perdagangan Indonesia. 

See full articel CNN Indonesia


from DEFENSE STUDIES https://ift.tt/2MgK3lW
Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper

Title :Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper
Source :Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper

News Info:


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Breaking News: Menko Polhukam Bentuk Tim Kecil Tuntaskan Pengadaan Su-35 dan KFX/IFX - News Paper

0 komentar:

Post a Comment