Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper

News Saleb-,Newspapers are usually issued daily or weekly. Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper, Magazine News weekly, but they also had a magazine format. Newspapers with common interests usually publish news articles and articles about national and international news as well as local news. These include news events and personalities of the political, business and finance, crime, weather, and natural hazards; health and medicine, science, and computers and technology; Sports; and entertainment, community, food and cuisine, apparel and home fashion, and the arts.

A wide range of materials have been published in newspapers. In addition to news,Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper ,information and opinions expressed above, including weather forecasts; Criticism and reviews Arts (including literature, film, television, theater, art, and architecture) and local services such as a restaurant; obituaries, notices of birth and graduation announcements; Entertainment features such as crossword puzzles, horoscopes, editorial cartoons, jokes, cartoons and comics; Advice column, food, and other columns; and a list of radio and television (program schedule). In the year 2017, newspapers can also provide information about new movies and TV shows available on streaming video services such as Netflix. The newspaper has been classified ad section in which people and businesses can buy a small ad to sell goods or services; In the year 2013, a large increase in internet sites to sell goods, such as Craigslist and eBay have caused ad sales are much less classified for newspapers.Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper Since 1983, it has been known mainly because of its annual report and rankings that influence in college and grad school, lies in most fields and subjects. U.s. News World Report is and academic institution is the oldest and most famous in America, [5] and covering the areas of business, law, medicine, engineering, social sciences, education and public affairs, in addition to many other areas. Print Edition] has consistently included in the list of national bestsellers, coupled with online subscriptions. Additional rankings published by U.s. News World Report and includes hospitals,Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper, medical and specialty cars.
Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper-News of the United States was founded in 1933 by David Lawrence (1888-1973), which also started the World Report in 1946. The two magazines are covering national and international news separately, but Lawrence combines them into news reports of U.S. in World and 1948 [1] and Later sold the magazine to its employees. Historically, this magazine tends to be a bit more conservative than the two main competitors, Time and Newsweek, and focus more on the story of economic, health, and education. It's also distancing news, entertainment and sports celebrities. [2] an important milestone in the history of the beginning of the magazine is including the introduction of the "Washington Whispers" column in 1934 and the column "News You Can Use" in 1952. [3] [4] in 1958, the circulation of the weekly magazine passed one million and two million in 1973. (wikipedia) Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper

17 Maret 2018

Drone CH-4B (photo : SCMP)

Alasan Marsekal Hadi Pilih Drone Buatan China Ketimbang Israel

Jakarta - Di tengah anggaran yang terbatas, pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) TNI tetap dituntut melaksanakan tugas dan kewajibannya secara mumpuni. Saat menjabat Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan, Marsekal Hadi Tjahjanto punya siasat tersendiri, antara lain menghindari pembelian alutsista dari para calo. Dengan demikian, pembelian alutsista benar-benar berorientasi pada kebutuhan bukan kepentingan yang mungkin lebih berorientasi pada profit.

Salah satu contoh kemandirian memilih berdasarkan kebutuhan adalah pesawat nirawak alias drone. Indonesia pernah menggunakan produk Israel, negara yang paling menguasai teknologi drone. Tapi sampai sekarang negara itu tak mau melepas kendali pengoperasian pesawat-pesawat tersebut. Akhirnya, Hadi memilih drone buatan dalam negeri dan China.

"Alasannya, hanya China yang tak membatasi pemanfaatan drone produksi mereka, siapa pun boleh membeli teknologi maksimal yang mereka hasilkan," kata Hadi dalam buku Anak Sersan Jadi Panglima yang diluncurkan, Jumat (16/3/2018).

Pertimbangan lainnya adalah soal harga, dan kemampuan yang sudah terbukti dalam peperangan di kawasan Timur Tengah. Selain itu, produk drone yang ditawarkan ke Indonesia, Rainbow CH-4, mampu terbang selama 40 jam dengan area pengawasan yang bisa diperluas berkali lipat jika pesawat dihubungkan dengan satelit milik BRI.

"Rainbow CH-4 punya bentang sayap sepanjang 18 meter, besarnya hampir sama dengan Sukhoi. Drone ini yang paling banyak diminati dan kenyang dengan pengalaman tempur. Di Irak, misalnya, sukses menggunakan drone yang bentuknya menyerupai MQ-9 Reaper dan MQ-1 Predator itu untuk memerangi ISIS," papar Hadi dalam buku yang ditulis teman masa SMA, Eddy Suprapto.

Dengan tubuhnya yang bongsor, CH-4 sanggup membawa beban maksimal 250-345 kilogram, dan bahan bakar 165 kg. Ketinggian terbang maksimalnya 8.000 meter dan jarak jelajah maksilam sekitar 250 km, serta mampu menembak dari jarak 5.000 meter.


Dengan kualifikasi seperti itu, Hadi membayangkan tugas patrol perbatasan dan patrol laut untuk mencegah penyelundupan, terorisme, atau illegal fishing bisa dilakukan dengan lebih efektif, aman, dan murah ketimbang menggunakan pesawat berawak.

Kebijakannya dalam menentukan alutsista semacam itu tentu terus dibawanya ketika menjadi KSAU sejak 18 Januari 2017, dan makin kukuh setelah dirinya menjadi Panglima TNI sejak 8 Desember 2018.

Masalah pembelian Alutsista cuma sekelumit dari isi buku ini. Eddy yang berlatar belakang sebagai wartawan juga mengulas lika-liku kehidupan Hadi Tjahjanto di masa kecil, hingga mencapai karier tertinggi di militer sebagai Panglima TNI.

Hadi, alumnus Akademi Angkatan Udara 1986, meniti karier dengan tidak mulus. Meski pernah mengikuti pendidikan staf di Prancis, di lingkungan TNI, Hadi justru pernah diremehkan, dipandang sebelah mata, dipinggirkan, dan jarang diberi kepercayaan untuk memegang peran strategis. Bahkan, Hadi pernah digosipkan sebagai penerbang yang gagal.

"Saya berharap, kisah perjalanan hidup Panglima TNI ini menjadi motivasi terutama untuk menghadapi situasi kesulitan ekonomi dan mengingatkan untuk tidak meremehkan orang lain," kata Eddy dalam acara yang dihadiri Kolonel Wahyu Tjahjadi, adik Hadi Tjahjanto, dan pengamat militer Jaleswari Pramodhawardhani.



from DEFENSE STUDIES http://ift.tt/2Iw84UC
Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper

Title :Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper
Source :Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper

News Info:


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Breaking News: Panglima TNI Konfirmasi Pembelian Drone CH-4 Rainbow Buatan China - News Paper

0 komentar:

Post a Comment